Entri Populer

Rabu, 21 Januari 2015

Seseorang Bernama Delpi

Delpi
Namamu aku beri nama tanpa sengaja
Menyamarkanmu dari dunia nyata yang tak seharusnya kamu ketahui
Menyembunyikanmu dari ketidaktahuan yang aku sengaja sembunyikan
Memelukmu tanpa kamu tahu aku peluk dengan hanya menyebut namamu

Delpi
Orang yang mencintaiku dengan diam
Mendoakanku agar selalu selamat di sini
Laki-laki yang mencintaiku setelah ayahku

Delpi
Cinta yang aku lupakan karena kelemahanku
Cinta yang tetap mencintaiku walau aku sering lupa
Cinta yang selalu mencinta tanpa pamrih

Cinta yang selalu menggenggam kekurangan aku

Untuk Fahri


Sebulan yang lalu
Kita membuat cerita
Sebulan yang lalu
Kita tertawa
Sebulan yang lalu
 kita berpelukan
Sebulan yang lalu
kamu masih menggenggam

Hari ini
Kita masih membuat cerita
Tapi masing-masing
Hari ini
Kita tertawa
Tapi bersama yang lalu
Tanpa ketulusan, itu aku bukan kamu
Hari ini
Kita berpelukan
Bukan memelukmu
Kamu memeluk seseorang yang lain
Aku memeluk kenangan kita
Hari ini
Kamu menggenggam
Tapi bukan menggenggam tangan ini
Aku menggenggam tanganku berdoa untuk mu disana

Sebulan kemudian
Aku tertawa
Berharap ada seseorang
Sebulan kemudian
Aku membuat cerita
Bersama seseorang
Sebulan kemudian
Aku memeluk
Berpelukan dengan seseorang
Sebulan kemudian
Aku menggenggam tangan seseorang
Agar dia tak pergi

Seseorang…
Itu kamu
Masih berharap itu kamu

Seseorang dua bulan lalu

Selasa, 24 Juni 2014

Sejarah Cinta Cicing



Sudah lama, aku ingin menulis tentang ini. Sebuah kisah cinta yang hanya bisa diam, ia tanpa ungkapan, tak kata, namun hanya rasa yang bermain. Aku sering menyadari bahwa seorang aku hanya bisa menjalani cinta yang bernama cinta cicing ini. Aku menyadari pula, bahwa kebanyak seorang wanita hanya bisa menjalani cinta cicing ini, kecuali wanita itu mempunyai keberanian ditambah sekarang adalah jaman baru yang tak punya kemaluan.
Cicing sendiri mempunyai 2 arti yang aku ketahui, “asu” dalam bahasa Bali dan “diam” dalam bahasa Sunda. Tapi lebih enak kalau kita mengartikannya dari bahasa Sunda. Dan lahirlah Cinta Cicing, Cinta dalam Diam. Awalnya, cinta cicing sendiri timbul dari percakapan hangat dari mahasiswa yang kebetulan aku didalamnya. Saat itu kami sedang membuat proyek RBL sebagai tugas akhir Fisika. Aku adalah orang Bali dan semua tahu kalau arti “cicing” di Sunda dan Bali sangat jauh berbeda. Dari sanalah timbul lelucon kecil antara aku dan beberapa temanku. Salah satu temanku itu adalah Babon, seorang keturunan asli Garut yang sangat Sunda.
Saat itu posisiku juga sedang mengalami kegalauan secara mental yang menyebabkan setiap tingkah yang aku jalani begitu suram. Akibat ledekan tadi, maka timbulah suatu ide kreatif bernama Cinta Cicing, Cinta dalam Diam. Yang settingnya menceritakan percintaan gadis Bali dan Pria Sunda. Hhahahaha… tapi sekali lagi itu adalah lelucon kelompok RBL kami.
Bagiku sendiri, cinta cicing itu adalah apa yang aku jalani hari-hari ini. Aku hanya bisa diam. Diam, diam. Tak ada yang bisa aku lakukan selain diam. Diam untuk kesekian kalinya. Tapi aku sangat bahagia dalam diamku. Diam, bukan berarti benar-benar diam. Namun hatiku tak pernah diam untuk selalu mendoakan seseorang agar sampai dengan selamat ke gerbang Sabuga nanti.