Entri Populer

Jumat, 12 Juni 2015

Sakit



Dalam rintih, aku bertanya pada Ilahi
Tentang sakit menerpa musim-musim yang selalu berganti
Lalu apa maksud dari kesakitan pada hari haru terbenam?
Lalu ia terbit lagi di horizon pikir
Lalu ia sakit merintih tak tahu arah tapi ia tahu harus kemana
Sakit melihat sakit yang telah menjadi penyakit

Sabtu, 14 Februari 2015

Lalu

Lalu yang punya pergi
Lalu yang punya datang
Lalu yang punya melepas
Lalu yang punya menggenggam
Lalu yang punya hilang
Lalu yang punya muncul
Lalu yang punya berlalu
Lalu yang punya ….

Lalu 

Jumat, 13 Februari 2015

Siluet

“Samar…
Tapi ia masi nampak
Hitam putih
Lalu terpisahkan sekat
Nampak…
Tapi semakin samar
Hitam putih
Dan tertahan sekat”

Ada yang unik dari hari itu. 3 hari yang aneh dengan 2 paket kejadian. Aku sebut itu kejadian ruang dan lapang. Karena kejadian itu menyita ruang dan harus melapangkan dada untuk menarik nafas, senang atau malah negasi darinya. Aku aku kumpulkan lagi memori-memori tentang kehidupan ruang dan lapang itu. Jelas teringat bahwa kejadian-kejadian itu membawa maksud, titipan Tuhan. 3 hari berturut-turut disambut, berkali-kali aku meremas lengan 3 orang berbeda dihari itu. 3 hari berturut-turut aku menggigit bibirku sendiri lalu menundukkan kepala. Dan satu hari paling konyol, menyanyikan lagu tentang kembali dan manusia itu datang. Luar biasa! Apa yang hendak Tuhan sampaikan?
“Samar..
Semakin tampak
Aku memeluk bayangan dan berusaha menemukan sosok dibalik sekat
Lalu..
Nampak lagi
Perasaan yang tersamarkan oleh waktu
Hingga tiba saatnya aku sadar ia hanya bayangan
Bayangan senja yang bisa dinikmati
Bukan untuk dimiliki”

Sungguh sangat sadar dengan logika yang mendalam. Berapa kali aku berusaha menatap matanya. Tak bisa! Dia bayang. Tak bisa membaca arti bola matanya. Tak bisa menerk arti senyumnya. Tunggu, aku lupa dia bayangan! Bahkan aku tak bisa melihat senyumnya.

“Lalu aku memutuskan untuk putus
Putus dari kenyataan
Putus dari dunia
Lalu menyelam masuk dalam bayang
Hitam putih
semoga aku tak lupa masih punya masa depan”