Entri Populer

Sabtu, 14 Februari 2015

Lalu

Lalu yang punya pergi
Lalu yang punya datang
Lalu yang punya melepas
Lalu yang punya menggenggam
Lalu yang punya hilang
Lalu yang punya muncul
Lalu yang punya berlalu
Lalu yang punya ….

Lalu 

Jumat, 13 Februari 2015

Siluet

“Samar…
Tapi ia masi nampak
Hitam putih
Lalu terpisahkan sekat
Nampak…
Tapi semakin samar
Hitam putih
Dan tertahan sekat”

Ada yang unik dari hari itu. 3 hari yang aneh dengan 2 paket kejadian. Aku sebut itu kejadian ruang dan lapang. Karena kejadian itu menyita ruang dan harus melapangkan dada untuk menarik nafas, senang atau malah negasi darinya. Aku aku kumpulkan lagi memori-memori tentang kehidupan ruang dan lapang itu. Jelas teringat bahwa kejadian-kejadian itu membawa maksud, titipan Tuhan. 3 hari berturut-turut disambut, berkali-kali aku meremas lengan 3 orang berbeda dihari itu. 3 hari berturut-turut aku menggigit bibirku sendiri lalu menundukkan kepala. Dan satu hari paling konyol, menyanyikan lagu tentang kembali dan manusia itu datang. Luar biasa! Apa yang hendak Tuhan sampaikan?
“Samar..
Semakin tampak
Aku memeluk bayangan dan berusaha menemukan sosok dibalik sekat
Lalu..
Nampak lagi
Perasaan yang tersamarkan oleh waktu
Hingga tiba saatnya aku sadar ia hanya bayangan
Bayangan senja yang bisa dinikmati
Bukan untuk dimiliki”

Sungguh sangat sadar dengan logika yang mendalam. Berapa kali aku berusaha menatap matanya. Tak bisa! Dia bayang. Tak bisa membaca arti bola matanya. Tak bisa menerk arti senyumnya. Tunggu, aku lupa dia bayangan! Bahkan aku tak bisa melihat senyumnya.

“Lalu aku memutuskan untuk putus
Putus dari kenyataan
Putus dari dunia
Lalu menyelam masuk dalam bayang
Hitam putih
semoga aku tak lupa masih punya masa depan”


Selasa, 10 Februari 2015

Wisuda Oktober

Hari ini, sudut perpustakaan. Aku harus rela belajar sambil ditemani banyak pertanyaan di otakku. Bukan hanya tentang materi yang ada di hadapanku, bukan tentang apa yang dipelajari Nopal atau Dimas. Semua kembali memori saat Wisuda Oktober setahun yang lalu. Aku sebut itu adalah kenangan yang tak terlupakan. Kenangan yang kadang membuat tersenyum bahagia, tersenyum tipis, dan juga sedih berkepanjangan. Ditambah lagi lagu-lagu di playlist yang membuat aku semakin ingat pada salah satu objek hari itu. Hm… rasanya berat sekali. Sesekali harus aku tundukan kepalaku sejenak. Bukan karena bingung masalah program yang aku buat, tapi sedih atas apa yang aku alami, Wisuda Oktober.


Kenapa harus Wisuda Oktober? Padahal tentu banyak kejadian selain wisuda oktober yang pernah kami alami. Entah. Mungkin itu adalah awal. Saat syukuran. Saat hari wisuda itu sendiri. Ya sudah. Yang jelas aku sedih, tapi senang untuk mengenangnya. Kenapa harus wisuda? Karena sebentar lagi Wisuda Maret. Mungkin tak ada kenangan manis lagi. Tak ada kejadian perjalanan dari kampus, tak ada kejadian makan atau hanya sekadar minum the susu di Sadikin. Kuning dan biru juga hilang. Tidak untuk semua itu. Mungkin aku juga tidak ikut serta dalam semua perayaan megah itu. Yang jelas ada satu yang masih ada, cinta dalam doa yang suci di pagi hari.